Pendapatan Nasional

BAB VI

STRUKTUR PRODUKSI, DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINAN

Pendapatan Nasional 

Salah satu indikator perekonomian suatu negara yang sangat penting adalah yang disebut dengan pendapatan nasional.  Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai suatu angka atau nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran, ataupun pendapatan yang dihasilkan dari semua pelaku/sektor ekonomi dari suatu negara dalam kurun waktu tertentu. Pendapatan nasional sering dipergunakan sebagai indikator ekonomi dalam hal :

  • Menentukan laju tingkatperkembangan/pertumbuhan perekonomian suatu negara.
  • Mengukur keberhasilan suatu negara dalam mencapai tujuan pembangunan ekonominya.
  • Membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dengan negara lainnya.

Meskipun demikian tidak semua ahl ekonomi setuju jika hanya pendapatan perkapita saja yang dijadikan ukuran kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara. Adapun kritik tersebut diantaranya adalah :

  • Ada faktor-faktor lin di luar pendapatan yang akan berpengaruh pada tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.
  • Kesejahteraan masyarakat masih bersifat subjektif. Tiap orang mempunyai pandangan hidup yang berbeda sehingga tolak ukur kesejahteraannyapun berbeda.

Beberapa tokoh ekonomi yang memberikan masukan terhadap ukuran-ukuran kemakmuran dan kesejahteraan diantaranya adalah :

  • Ø Dudley Seers, mengemukakan, bahwa paling tidak ada 3 masalah pokok yang perlu diperhatikan dalam mengukur tingkat pembangunan suatu negara, yaitu :

1)   Tingkat kemiskinan.

2)   Tingkat pengangguran.

3)   Tingkat ketimpangan di berbagai bidang.

  • Ø J.L. Tamba, berpendapat bahwa ada 4 hal sebagai dasar untuk mengukur perekonomian dan kemakmuran di Indonesia.

1)   Kesehatan dan keamanan.

2)   Pendidikan keahlian dan standart hidup.

3)   Pendapatan.

4)   Pemukiman.

  • Ø Hendra Esmara, lebih memilih 3 komponen yang dianggap perlu diperhatikan dalam rangka mengukur kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara, yakni :

1)   Penduduk dan kesempatan kerja.

2)   Pertumbuhan ekonomi.

3)   Pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menapatkan nilai atau angka indikator tersebut digunakan tiga pedekatan perhitungan, yakni :

1)   Pendekatan Pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

Rumus :

  Y = r + w + i + p

2)   Pendekatan Produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang  industriagrarisekstraktifjasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).

Rumus :

Y = [(Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Qn x Pn) ……]

3)   Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor.

Rumus :

Y = C + I + G + (X-M)

Sedangkan konsep perhitungan yang dipergunakan adalah konsep kewarganegaraan dan konsep kewilayahan.

a)   Menghitung pendapatan nasional Indonesia dengan pendekatan produksi (GDP)

GDP (Gross Domestic Product) atau Produksi Domestik Brutoadalah pendapatan nasional yang nilainya dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh kegiatan prduksi yang dilakukan oleh semua pelaku/sektor ekonomi di wilayah Indonesia, dalam kurun waktu tertentu.

Yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut, jangan sampai terjadi perhitungan ganda yang dapat menyebabkan pendapatan nasional (GDP) Indonesia tampak lebih besar. Untuk menghindari kesalahan perhitungan ganda tersebut dapat digunakan salah satu dari dua cara.

Pertama, GDP dihitung hanya dari nilai akhir dari suatu produk saja, misalnya untuk industri otomotif, hasil akhirnya saja (mobil) yang akan dihitung. Kedua, dengan menjumlahkan nilai tambah masing-masing komoditi yang dihasilkan oleh produsen, sehingga jika kita gunakan cara pertama, maka pendapatan nasional (GDP) Indonesia dengan cara ini akan menghasilkan jumlah yang sama.

b)   Menghitung pendapatan Nasiaonal Indonesia dengan Pendekatan Pengeluaran (GNP)

GNP (Gross National Product) adalah pendapatan nasional yang nilainya diperoleh dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh semua pelaku/sektor ekonomi di Indonesia, yang berwarga negara Indonesia, dalam kurun waktu tertentu.konsep yang digunakan GNP adalah kewarganegaraan, artinya nilai pengeluaran tersebut dihitung dari pelaku ekonomi yang berkewarganegaraan Indonesia saja.

Ilustrasi perhitungan nya adalah :

Pengeluaran dari sektor rumah tangga (untuk konsumsi)                          XXX

Pengeluaran dari sektor swasta (untuk investasi)                                       XXX

Pengeluaran pemerintah (Government expenditure)                                  XXX

Sektor luar negri/ekspor netto (Ekspor-Inpor)                                          (XXX)  +

            Pendapatan nasional (GNP) Indonesia :                                             XXX                 

c)    Menghitung Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Pendapatan (NI)

NI (National Income) adalah pendapatan nasional yang nilainya didapat dengan cara menjumlahkan semua hasil/pendapatan yang diperoleh semua/ sektor ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu tertentu. Nilai NI inilah yang tampak oleh kalangan akademis dinotasikan dengan Y.

Ilustrasi dari perhitungan ini adalah :

Pengeluaran dari sektor rumah tangga berupa gaji/upah                            XXX

Pengeluaran dari sektor swasta laba, misalnya                                            XXX

Pendapatan pemerintah                                                                               XXX

Pendapatan sektor luar negri, devisa misalnya                                           (XXX)  +

Pendapatan Nasional Indonesia (NI) :                                                 XXX                 

Secara prinsip ketiga jenis pendapatan nasional tersebut dapat menghasilkan nilai yang sama, tentu saja dengan sedikit penyesuaian. Penyesuaian-penyesuaian tersebut adalah :

Agar pendapatan nasional (GDP) sama nilainya dengan (GNP) maka ;

–    GDP = GNP – Pendapatan netto luar negri terhadap faktor produksi.

–    GDP = GNP – (Penerimaan f.produksi WNI di LN – Penerimaan f.prod WNA di indonesia)

Sedangkan untuk menyesuaikan kedua jenis pendapatan nasional tersebut dengan NI, diperlukan formulasi :

–    NI = GNP – Depresiasi – Tx tak langsung, dimana GNP – Depresiasi sendiri sering disebut dengan NNP (Net National Product) atau Produksi Nasional Bersih.

–    NI = GDP – Depresiasi – Tx tak langsung, dimana GDp – Depresiasi sendiri sering disebut dengan NDP (Net Domistic Product) atau Produksi Domestik Bersih.

d)   Pendapatan nasional yang siap dibelanjakan (Y disposible)

Yang dimaksud dengan pendapatan nasional (Y) disposible adalah pendapatan nasional yang telah siap untuk di belanjakan. Jika ditulis dalam formula, nilainya diperoleh dari :

Y disposible = NI + Tr – Tx langsung, dimana

Tr  =  Government Transfer (subsidi pemerintah)

Tx =   Pajak langsung

e)    Y Pribadi

Pendapatan nasional pribadi adlah pendapatan nasional disposible yang telah dikurangi dengan pajak pribadi, dihitung :

Yp = Td – Tx pribadi, dimana :

Yp = Pendapatan nasional pribadi

Yd = Pendapatan nasional disposible

f)     Pendapatan Nasional Per kapita

Pendapatan nasional per kapita/tahun biasanya digunakan sebagai salah satu indikator akhir dalam melihat kemajuan pertumbuhan perekonomian suatu negara.

Pendapatan per kapita = (GNP atau GDP) : Jumlah penduduk di suatu Negara

Sumber :

  1. 1.  http://tantitrisetianingsih.blogspot.com/2012/04/struktur-produksi-distribusi-pendapatan.html
  2. 2.  http://irsyadrastafara.blogspot.com/2012/04/struktur-produksi-distribusi-pendapatan.html
  3. 3.  http://zahraaraa.blogspot.com/2012/04/struktur-produksi-distribusi-pendapatan.html
  4. 4.  http://nandahendro14.blogspot.com/2012/07/struktur-produksidistribusipendapatan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s